1. Zaman Sejarah Pembentukan Bumi ( Azoikum )
Permulaan
terjadinya Bumi merupakan sebagian dari gumpalan gas dari Matahari. Gumpalan
gas yang besar tersebut selalu dalam keadaan berputar. Dikarenakan sesuatu hal,
terlepaslah sebagian gumpalan itu, walaupun seolaholah dicampakkan sangat jauh,
tetapi gumpalan itu masih tetap berputar terus menerus mengelilingi gumpalan
besar (Matahari) tersebut. Gumpalangumpalan yang terpisah dan masih tetap
berputar tersebut setelah mengalami proses pendinginan akan menjadi padat.
Itulah yang disebut palanet-planet yang jumlahnya delapan. Berturut-turut
nama-nama planet yang masuk susunan Matahari, yaitu Merkurius, Venus, Bumi,
Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Dari
gumpalan yang terlepas tersebut (planet) terlepas pula sebagian dari planet,
tetapi juga tetap berputar dan mengelilingi gumpalan yang ditinggalkan, itulah
yang disebut Bulan atau Satelit.
Kejadian
tersebut memakan waktu yang sangat lama. Jadi, Bumi yang seperti sekarang ini
baru terjadi setelah berjuta-juta tahun yang lalu. Sesudah Bumi bertambah
dingin, berubahlah gas tersebut menjadi cairan dan lamakelamaan bagian luarnya
makin padat sehingga pada permukaan bumi dapat ditempati manusia, tumbuh-tumbuhan
serta makhluk hidup lainnya. Lapisan kerak bumi paling luar memiliki ketebalan
± 1.200 km. Menurut ahli geologi, pada permukaan bumi ini terdapat berbagai
oksida yang sebagian besar (± 60%) berupa oksida silikon (SiO2).
Sesudah
Bumi terbentuk bersama-sama planet lainnya, bahan-bahan yang lebih berat
menggumpal di dalam inti, sedangkan keraknya terdiri atas unsurunsur silikon
dan magnesium. Lebih ke dalam lagi terdapat lapisan yang banyak mengandung
unsur persenyawaan logam sulfida. Yang paling dalam adalah inti yang mengandung
besi dan nikel. Tebal dari masing-masing bagian dapat diketahui dengan
menyelidiki jalannya gelombang gempa karena gelombang dibiaskan oleh lapisan
tadi sesuai dengan kecepatan gelombang pada lapisan tersebut.
Zaman
sejarah pembentukan bumi dapat dibagi menjadi 4, yaitu Prakambrium, Paleozoikum,
Mesozoikum, dan Kenozoikum.
2. Zaman Prakambrium
Zaman Prakambrium lebih tua dari
zaman Kambrium, di mana lapisan-lapisannya terdapat di bawah lapisan-lapisan
yang mengandung fosil. Jelasnya, lapisan batuan baru dikatakan pasti berumur
Prakambrium jika tertutup lapisan yang berfosil Kambrium.
Penampakan batuan Prakambrium
sangat jarang sekali dijumpai di permukaan bumi, hanya di beberapa daerah dan
terbatas pada tempat tertentu. Diperkirakan batuan Prakambrium tampak di
permukaan bumi karena batuan-batuan itu sejak terjadi tidak pernah tertutup
oleh sedimen yang lebih muda dan sedimen-sedimen muda yang ada sudah habis
terkikis oleh erosi. Umumnya daerah-daerah itu merupakan bagian pusat benua.
Karena bentuknya agak melingkar dan permukaannya sedikit cembung maka inti-inti
Prakambrium disebut perisai benua. Di sekitar bagian pusat yang berbentuk
perisai itu, lapisan Prakambrium tertutup oleh lapisan-lapisan yang lebih muda,
makin jauh dari bagian pusat akan semakin tebal. Lapisan Prakambrium terdiri
atas batuan-batuan berhablur, baik yang berasal dari pembekuan magma cair,
maupun dari peleburan dan penghambluran kembali sedimen-sedimen dan batu-batuan
lainnya, yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dan fisis pada sedimen-sedimen
dan batuan beku.
Seringkali batu-batuan
Prakambrium sangat sulit diselidiki untuk mengetahui proses manakah di antara
ketiga proses tersebut yang sesungguhnya telah membentuk batuan tadi, dan
diantaranya dapat ditemukan bentuk-bentuk peralihan. Oleh sebab itu, pelapisan seperti
pada sedimen-sedimen tidak banyak diketahui. Seandainya terdapat perlapisan
maka seringkali hal ini disebabkan juga oleh perubahanperubahan fisis dan
kimiawi tertentu pada tekanan yang tinggi. Hubungan dalam ruang dari batuan
sangat rumit dan sulit untuk diuraikan.
Pada masa Prakambrium dapat
diketahui pula bahwa di beberapa daerah terdapat iklim yang sangat dingin
(endapan terbentuk oleh es darat atau gletser), sedangkan pada saat lain,
iklimnya panas dan lembap (lapisan yang berwarna merah dengan rekah kerut),
tetapi sangat sukar untuk menentukan iklim dari lapisan-lapisan sedimen yang
ada. Pada waktu itu permukaan bumi yang ada di atas muka laut merupakan gurun,
yang tidak disebabkan karena kekurangan air yang sangat besar (Sahara), tetapi
karena pada waktu itu belum terdapat tumbuh-tumbuhan darat. Faktor lain adalah
adanya oksigen bebas dalam atmosfer, yang jauh lebih sedikit daripada sekarang.
Sesudah diadakan penelitian dan
penyelidikan yang saksama terhadap sisa-sisa batuan, diketahui bahwa pada masa
Prakambrium tidak ditemukan bentuk-bentuk hidup dengan tekstur dan bentuk yang
terang/jelas. Tekstur adalah istilah yang dipakai untuk bentuk-bentuk dan
arah-arah di dalam batuan, misalnya tekstur butir. Struktur adalah istilah yang
lebih banyak dipakai untuk bentuk-bentuk yang terbangunkan oleh kumpulan batuan
kubah. Di samping itu juga didapati jejak rayapan cacing atau binatang serupa
itu. Dalam masa Prakambrium tidak ada jasad-jasad yang dapat membuat rangka
yang keras sehingga pemfosilan tidak mungkin terjadi.
3.Zaman Silur
Baca Selengkapnya Zaman Silur ( DI SINI )
4.Zaman Kambria
Zaman Kambria adalah zaman yang terawal sekali, dimana fosil organismepertama telah dibuktikan. Zaman ini berlangsung sekitar 580 - 440 juta tahunsilam, selepas zaman pra-kambria. Zaman ini diikuti oleh zaman Ordovisia.
Baca Selengkapnya (DI SINI )
5.Zaman Ordovisi
Baca Selengkapnya Zaman Ordovisi ( DI SINI )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar